tv1one
Indonesia menargetkan menjadi negara penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar dunia pada 2015. "Itu tak mustahil jika kita semua bekerja keras untuk mewujudkannya," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad di Palu, Selasa, (21/9).Untuk mewujudkan target tersebut, KKP membuat program pro-rakyat miskin. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menganggarkan dana sebesar Rp1 triliun yang ditujukan guna meningkatkan kesejahteraan warga miskin di areal pesisir pada 2011.
"Ini merupakan program pro-rakyat miskin yang dilaksanakan secara adil, demokratis dan sejahtera," ujar Fadel saat membuka Rakor Dinas Kelautan dan Perikanan se-Sulawesi Tengah di Palu, Selasa, (21/9).
Fadel menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang mendukung prioritas nasional pada 2011 dengan total anggaran sebesar Rp3,5 triliun, atau 73,59 persen dari total pagu Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2011.
Kegiatan pro-rakyat miskin ini, kata Fadel, berupa pengembangan usaha mina pedesaan, penyediaan kapal penangkap ikan di 33 provinsi, serta peningkatan keterampilan nelayan.
Selain itu juga terdapat pemberian paket wirausaha budidaya, pengembangan sentra garam, pembangunan sarana pengolahan skala kecil, serta pembangunan UMK perikanan. "Pemerintah tentu menyediakan fasilitas permodalan yang mudah bagi masyarakat miskin di pesisir," kata Fadel.
Guna mencapai target itu, KKP juga akan menerapkan konsep minapolitan yang merupakan pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan sistem manajemen kawasan berprinsip integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi.
"Tujuannya adalah peningkatan produksi, peningkatan pendapatan, serta pengembangan kawasan kelautan dan perikanan," ujar Fadel.
Pada 2010, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi ikan sebanyak 10,76 juta ton, dan akan meningkat sebesar 12,26 juta ton pada 2011.
Nilai ekspor hasil perikanan nasional pada 2010 ditargetkan sebesar 2,9 miliar dolar AS, dan 3,2 miliar dolar AS pada 2011.
(tvOne)

