RI Jadi Negara Rujukan Penyelesaian Konflik

tv1one

Indonesia menjadi negara rujukan bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara terutama dalam hal penyelesaian konflik dalam negeri.

Republik Indonesia menjadi negara rujukan atas keberhasilannya dalam menyelesaikan permasalahan di Aceh. Hal itu menurut keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Rabu, (22/9).

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa saat melakukan pertemuan dwipihak dengan mantan Presiden Finlandia Marti Ahtisaari yang dilakukan di sela-sela sidang tahunan Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, Newyork.

Dalam pertemuan selama lebih kurang 20 menit itu, Ahtisaari yang juga merupakan mediator konflik Aceh meminta agar Indonesia senantiasa memberikan perhatian pada perkembangan di Aceh guna mencegah terjadinya konflik pasca perjanjian perdamaian Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Sementara itu Menlu Marty yang didampingi oleh Direktur Jenderal Multilateral Rezlan Ishar Jenie menyatakan saat ini perhatian terhadap Aceh tak lagi terserap untuk masalah penanganan konflik, tetapi pada pembangunan daerah terutama di bidang otonomi khusus.

Oleh karena itu, lanjut dia, masalah yang kini dihadapi di Aceh bukan lagi semata masalah politik, namun lebih kepada masalah mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Dia menjelaskan bahwa yang menjadi tantangan utama kini dan sekaligus hal yang diperlukan masyarakat Aceh adalah pembagian perdamaian dan pembangunan pasca konflik.

Pertemuan selama 20 menit itu merupakan permintaan Ahtisaari.

Palestina

Selain melakukan pertemuan dengan Ahtisaari, Menlu Marty juga mengatakan bahwa Indonesia akan mendengarkan paparan dari Menlu Palestina mengenai apa yang dibutuhkan oleh negara itu untuk melakukan perundingan langsung dengan Israel.

Indonesia untuk pertama kalinya juga akan menggelar pertemuan menteri luar negeri empat negara bagi pembentukan forum dukungan untuk Palestina.

Palestina baru-baru ini memulai kembali perundingan langsung dengan Israel guna mengakhiri konflik berkepanjangan serta upaya mendirikan negara Palestina merdeka dan berdaulat.

Forum tersebut akan terdiri atas empat negara berkembang terkemuka yaitu India, Brazil, Afrika Selatan dan Indonesia.

Pertemuan akan berlangsung di New York pada Rabu (22/9) di sela-sela rangkaian Sidang Umum ke-65 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa -- yang dihadiri oleh lebih dari 100 kepala negara/pemerintahan.
(tvOne)


Share/Bookmark
41772-07
 
tv1one tv1one-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template