Showing posts with label CAPRES 2014. Show all posts
Showing posts with label CAPRES 2014. Show all posts

RANGKUMAN BERITA NUSANTARA DAN DUNIA


Selengkapnya...

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung Dukung Ical Nyapres Gandeng TNI


Partai Golkar dan TNI memiliki hubungan historis yang panjang.

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mendorong Aburizal Bakrie yang mencalonkan diri sebagai Presiden RI untuk menggandeng calon wakil presiden dari kalangan TNI.

"Kalau dari TNI, yang paling ideal pangkatnya bintang empat," katanya seusai menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-Nusra0 di Sanur, Denpasar, hari ini.




Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu akan melihat dulu latar belakang, pangkat, pengalaman, riwayat, dan rekam jejak sosok yang patut mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam Pilpres 2014.

Mengenai alasan dijatuhkannya pilihan kepada TNI untuk mendampingi Aburizal Bakrie atau Ical, Akbar punya alasan sendiri. Menurut dia, Partai Golkar dan TNI memiliki hubungan historis yang panjang.

"Kalau dilihat dari segi riwayatnya, latar belakangnya, Golkar juga memiliki kaitan dengan TNI," kata mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.

Meskipun demikian, Akbar mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang akan digelar akhir bulan ini di Bogor, Jawa Barat.

"Nanti di Rapimnas akan ada pembicaraan mengenai calon wakil presiden. Rapimnas nanti mengukuhkan, menetapkan secara definitif kepada Aburizal sebagai calon presiden," ujarnya.

Setelah itu akan dibicarakan soal calon wakil presiden. Tentu nanti akan dibicarakan bagaimana sistem maupun mekanismenya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pengarah Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Bali-Nusra Gede Sumarjaya Linggih menegaskan, acara pendeklarasian Capres Aburizal Bakrie secara formal memang tidak ada.

Tetapi seremoni tersebut sangat mungkin bisa dilakukan saat digelar Rakornis Pemenangan Pemilu itu.

Saat ini semua pengurus Golkar yang ada di Bali-Nusra telah menyerap aspirasi akar rumput untuk mendukung Ical menjadi calon Presiden RI dari Partai Golkar tahun 2014.

"Seremoni itu bisa saja dilakukan untuk menyatakan sikap bersama dari seluruh peserta yang ada, karena sudah ada kesepakatan di antara para pengurus Golkar di Bali-Nusra, mulai dari pimpinan paling rendah hingga ke DPD provinsi, kabupaten dan kota. Mereka sudah menyatakan tekadnya mendukung pencapresan ketua umum partai berlambang beringin tersebut," katanya.

BERITASATU.COM







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Nama Ani SBY di Bursa Capres 2014


Kemunculan nama Kristiani Herawati Yudhoyono atau Ani SBY dalam bursa calon presiden dari Partai Demokrat untuk 2014 cukup mengejutkan. Alasannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sudah mengatakan, saat masa pengabdiannya pada negara berakhir, presiden dan keluarga memilih beristirahat.

Bahkan, Ani Yudhoyono pun tak kalah kaget mendengar namanya masuk pencalonan. Seperti ditulis Tempo, Heru Lelono, Staf Khusus Presiden bidang komunikasi ini menuturkan kata-kata langsung dari Ibu Negara. "Beliau secara pribadi bicara kepada saya, "Ini piye toh dik, kan Mas Bambang (SBY) sudah bicara saya ingin berhenti dan kumpul dengan keluarga.""

Menurut Heru sebagai orang dekat Presiden dan Ibu Negara, "Saya merasa Ibu Ani dan Pak SBY akan konsisten."




Sementara, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi Presiden SBY, mengatakan meski Presiden pernah mengatakan keluarganya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden. Tapi, SBY menambahkan kalimat, "Semua kembali tergantung masyarakat.” Di titik ini, kata Burhan, SBY mengambang. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa ini adalah cara Partai Demokrat mengetes pasar.

Ketika Ani SBY ditanya langsung oleh wartawan di Istana Negara, ia pun hanya mengatakan "No comment." Selain itu ia juga mengatakan, " "Ya, saya kira tak tepat saatnya (bagi wartawan) untuk bertanya-tanya seperti itu," ujarnya.

Bahkan TB Silalahi, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, sampai harus menjawab, "Kalau ada yang bicara capres, (kader) itu tidak disiplin."

Tetapi apakah sebenarnya rakyat menginginkan Ani SBY untuk jadi calon presiden pada 2014? Kami menanyakannya pada pembaca Yahoo! Indonesia lewat jajak pendapat. Hasilnya, 87% atau 7522 orang menyatakan tidak atas pertanyaan "Setujukah Anda, Ani SBY maju sebagai calon presiden untuk 2014?" Hanya 762 orang atau 95% yang menyatakan setuju, sementara 387 orang atau 4% menjawab tidak tahu.
Polling berjalan sejak Jumat (25/5) sampai Rabu (30/5) dini hari. Mereka yang berpartisipasi harus mendaftar dengan ID Yahoo dan tak boleh memilih lebih dari sekali.

Ternyata jika pendapat populer banyak yang menyatakan tak setuju dengan Ani SBY sebagai calon presiden, bahkan Presiden dan Ibu Negara pun menyatakan keberatannya, lalu kenapa wacana ini masih berkembang, bahkan kesannya meluas?

Oleh Isyana Artharini | Newsroom Blog







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

CAPRES 2014: Demokrat hampir pasti calonkan Ani Yudhoyono


Partai Demokrat hampir pasti mencapreskan Ani Yudhoyono pada Pemilu 2014 karena dukungan dari kader sudah mencapai 99% meski prosesnya harus melalui Majelis Tinggi.

Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul mengatakan tingginya dukungan terhadap Ani tidak lepas dari prestasi beliau selama ini.

Selain aktif di Partai Demokrat, Ani juga tercatat beberapa kali memimpin organisasi termasuk Persatuan Isteri Tentara dan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

"Pencapresan Bu Ani sudah 99% didukung oleh kader dan disetujui para elit partai," ujarnya, Jumat 25 Mei 2012.




Bahkan Ruhut menyebutkan kalau tidak ada halangan Bu Ani akan dideklarasikan sebagai capres pada saat ulang tahun partai nantinya.

Sebagaimana diketahui Partai Demokrat tahun lalu merayakan hari jadi yang ke sepuluh pada 9 September 2011.

Ruhut pun membantah kalau pencapresan Ani akan menimbulkan kesan munculnya nepotisme dan politik dinasti di keluarga Cikeas mengingat Presiden SBY merupakan suami dari Bu Ani.

"Keluarga tidak ambisius untuk itu karena kita bukan dinasti. Tapi yang ngotot Bu Ani itu Poltak, Andi Nurpati, Sutan Bhatoegana, Ibu Melani, sekarang menular terus dari Sabang sampai Papua, hampir 99% sekarang mendukung pencapresan Bu Ani," katanya.

Hanya saja Ruhut tidak menyebutkan siapa saja tokoh lainnya yang sudah menyataklan mendukung Ani selain mereka berempat. (ra)

BISNIS.com.







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

41772-07
 
tv1one tv1one-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template