Pendukung Jenderal TNI George Toisutta dan pengusaha-politisi Arifin Panigoro menyatakan tak bersedia mematuhi instruksi FIFA terkait Kongres PSSI 2011--utamanya soal larangan terhadap dua jagoannya untuk maju dalam bursa pencalonan.
Setelah dua kali gagal, FIFA memberi kesempatan terakhir bagi PSSI untuk menggelar kongres paling lambat 30 Juni 2011 mendatang. Bila kembali gagal, maka FIFA secara otomatis akan membekukan keanggotaan PSSI mulai 1 Juli 2011.
Dalam rilis yang diterbitkan lewat situs resminya, Senin, 30 Mei 2011, FIFA juga meminta agar kongres nanti digelar sesuai aturan yang relevan dan tetap mengacu pada seluruh keputusan yang pernah mereka keluarkan.
Selain itu, FIFA menegaskan tetap melarang empat nama--yakni Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta--untuk mengikuti pemilihan di Kongres PSSI. Seperti dinyatakan sebelumnya, FIFA tetap menganggap mereka tidak memenuhi persyaratan untuk dicalonkan sebagai ketua umum, wakil ketua umum, maupun anggota Executive Committee PSSI.
Menanggapi keputusan ini, salah seorang anggota tim sukses Arifin dan George, Hadi Basalamah, mengatakan pihaknya masih mengkaji sikap FIFA. Namun menurutnya, segala keputusan yang dikeluarkan otoritas sepakbola dunia itu harus tunduk pada aturan yang berlaku, yakni Statuta FIFA dan PSSI.
"Kembalikan segala keputusan kepada standar Statuta FIFA dan PSSI" ujarnya saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 31 Mei 2011.
Mengenai pencalonan George dan Arifin, Hadi yang merupakan mantan ketua Liga Medco tetap berseberangan dengan FIFA. Menurutnya, keputusan FIFA tidak perlu secara otomatis dilaksanakan karena sikap dari pemilik suara yang hadir pada Kongres nanti juga perlu dipertimbangkan.
"Kalau keputusan FIFA melanggar ketentuan yang ada seperti Statuta FIFA, apakah kita juga harus ikut melanggar?" kata CEO klub LPI, Jakarta FC tersebut
"Hal ini (pencalonan Arifin dan George) biar diserahkan kepada floor (peserta sidang) sebagai kekuasaaan tertinggi suatu Kongres," bebernya.
Hal senada juga diungkapkan juru bicara Kelompok 78, Wisnu Wardhana. Kelompok ini merupakan pendukung setia George dan Arifin yang tampil vokal pada Kongres PSSI, 20 Mei lalu. Akibat aksi ngotot kelompok ini, Kongres berakhir buntu dan dibubarkan.
Menurut Wisnu, saat ini tidak ada tokoh selain Arifin dan George yang punya komitmen terhadap perubahan pada sepakbola nasional. Terkait larangan FIFA terhadap pencalonan Arifin dan George, Wisnu mengaku akan tetap memperjuangkan mereka.
"GT (George) dan AP (Arifin) tetap aktif dalam gerbong kami karena komitmennya terhadap perubahan tinggi. Sebuah perangkat bila tidak ada pemimpinnya sama saja bohong," Wisnu menegaskan kepada VIVAnews, Selasa, 31 Mei 2011.
Sementara itu, Humas Tim Sukses Arifin dan George, Halim Mahfudz, mengatakan pihaknya masih membahas mengenai keputusan FIFA itu. Mereka akan menggelar jumpa pers, Selasa ini, 31 Mei 2011 pukul 14.00 WIB.
• VIVAnews
