Showing posts with label Euro 2012. Show all posts
Showing posts with label Euro 2012. Show all posts

Spanyol: Main Tanpa Striker, namun Striker Jadi Top Skorer


Anda bisa melihat bahwa sepanjang turnamen Piala Eropa 2012, Spanyol nyaris selalu tampil tanpa penyerang. Namun, tak dinyana, justru penyerang mereka yang jadi top skorer turnamen.

Dengan strategi "false 9", Vicente Del Bosque kerap memainkan Cesc Fabregas untuk menggantikan peran sebagai striker tersebut. Sementara, tiga penyerang Spanyol, yakni Fernando Torres, Alvaro Negredo, dan Fernando Llorente, hampir selalu memulai laga dari bangku cadangan. Pengecualian adalah ketika memasang Torres sebagai starter di laga melawan Irlandia dan Negredo pada laga melawan Portugal.




Banyak yang menyebut bahwa permainan Spanyol jadi membosankan. Tak ada ledakan-ledakan di depan gawang lawan. Namun, beberapa lainnya menyebut bahwa Spanyol menampilkan patient football. Memainkan sepakbola dengan sabar. mereka memutar-mutar bola sembari menunggu ada ruang terbuka di pertahanan lawan atau menunggu mereka lelah. Ketika ruang itu muncul.. Bam! Spanyol akan menghantamnya.

Strategi yang mengorbankan striker tersebut membuat Llorente sama sekali tidak bermain, Negredo tak mendapatkan banyak kesempatan, dan Torres relatif minim menit permainan. El Nino hanya bermain sebanyak 189 menit. Namun, siapa sangka bomber Chelsea itu justru bakal keluar sebagai top skorer turnamen.

Torres mencetak tiga gol sepanjang turnamen. Selain Torres, ada nama Mario Gomez, Mario Balotelli, Mario Mandzukic, Cristiano Ronaldo dan Alan Dzagoev. Sebelum laga final di Olympic Stadion Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, Torres tak banyak dijagokan untuk menjadi topskorer dan meraih Golden Boot.

Namun, satu gol ke gawang Gianluigi Buffon di laga yang berkesudahan 4-0 untuk Spanyol plus satu umpannya ke Juan Mata, sudah cukup mengantarkan pemain 28 tahun itu untuk merebut Golden Boot.

Aturan UEFA menyebut jika ada lebih dari satu pemain yang mencetak jumlah gol sama, maka yang pertama dilihat adalah jumlah assist kemudian lama bermain. Dalam hal ini Torres dan Gomez sama-sama punya satu assist. Tapi dari menit bermain Torres bermain 81 menit lebih sedikit daripada Gomez (280). Alhasil Torres pun berhak mendapatkan Sepatu Emas.

Catatan Torres ini bak menambah daftar keunikan dan keajaiban Spanyol. Tiki-taka dan bermain tanpa striker itu saja sudah termasuk unik untuk ukuran turnamen ini. Ditambah lagi kesuksesan mereka menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar. La Furia Roja seperti tengah bercanda dengan semua nalar.

"Sepakbola tidak hanya punya satu gaya. Yang terpenting adalah mencetak gol. Para pemain kami punya intelejensia tinggi dan kami punya skuat yang seimbang. Kami memang memiliki striker, tapi kami memilih untuk memainkan pemain yang sesuai dengan gaya kami," ucap Del Bosque di Reuters.

detikSport







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

4-0, Skor Terbesar di Final Piala Eropa


Spanyol bukan saja mencatatkan rekor hebat terkait sukses mempertahankan gelar dan meraih hat-trick trofi mayor. Kemenangan 4-0 atas Italia tercatat sebagai skor terbesar sepanjang sejarah final Piala Eropa.

Laga final Piala Eropa 2012 yang digelar di Olympic Stadium, Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB berjalan di luar prediksi. La Furia Roja tampil sangat dominan atas Gli Azzurri sebelum akhirnya menang telak dengan skor mencolok 4-0.




Dua gol pertama skuad besutan Vincente Del Bosque tercipta di babak pertama yakni atas nama David Silva dan Jordi Alba. Sementara dua gol lainnya datang di penghujung pertandingan melalui sontekan Fernando Torres dan Juan Mata.

Sepanjang sejarah Piala Eropa, yang sudah berlangsung sejak 1960, laga Spanyol vs Italia menghadirkan skor terbesar. Demikian dikutip dari Infostrada.

Final dengan skor terbesar sebelumnya adalah 3-0 di tahun 1972. Kala itu Jerman Barat menghantam Uni Soviet melalui gol-gol dari Gerd Muller (dua gol) dan Herbet Wimmer.

Sebagai catatan, empat tahun lalu di Austria-Swiss, Spanyol cuma menang 1-0 atas Jerman. Pun begitu saat Yunani menundukkan Portugal di edisi 2004, kemenangan Ethniki atas tuan rumah cuma 1-0.

detikSport







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

'Spanyol Terlalu Superior untuk Italia'


Italia kalah telak dari Spanyol saat melakoni laga final Piala Eropa. Atas hasil 0-4 yang diderita, Gianluigi Buffon menyebut kalau sang lawan terlalu superior.

Buffon harus memungut bola dari jalanya sebanyak empat kali saat berlaga di Kiev Olympic Stadium, Senin (2/7/2012) dinihari WIB.

Kuartet pemain Spanyol, David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata bergantian menjebol gawang tim Italia. Di akhir pertandingan, tim besutan Cesare Prandelli itu harus mengakui keunggulan Cesc Fabregas dkk. dengan skor telak 4-0.




Sadar dengan margin kekalahan yang sangat besar, Buffon menyebutkan Spanyol merupakan tim yang terlalu superior. Dengan kondisi seperti itu, pemain asal Juventus itu menyebutkan bakal lebih mudah bagi Italia untuk menerima kekalahan.

"Mereka terlalu superior, jadi penyesalan berkaitan dengan kekalahan ini menjadi sedikit lebih ringan, seperti saat anda melawan pihak yang kuat dan tak terkalahkan seperti ini, Anda dapat ,menerima kekalahan lebih mudah," jelas Buffon kepada RAI Sport.

Tak lupa, Buffon juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para pendukung Italia yang tak pernah absen mendukung tim kesayangannta.

"Kami berterima kasih dengan dengan segenap hati, karena mereka tak pernak meninggalkan kami dan itu memberikan kebanggaan untuk memberikan emosi seperti ini. Saat Anda bertemu seseorang yang lebih kuat, maka pujilah mereka," tegasnya.

detikSport







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

'Tim Matador' Memang Sedang Memasuki Masa Emasnya


Spanyol baru saja menorehkan serangkaian rekor usai menjuarai Piala Eropa 2012. Vicente Del Bosque menyebut persepakbolaan di negaranya tengah menikmati buat pembinaan berjangka yang sudah dilakukan.

Sebelum final di Olympic Stadium Kiev, Senin (2/7/2012) dinihari WIB tadi, Spanyol sudah merebut dua titel turnamen besar yakni Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Spanyol pun berada di ambang sejarah yakni menjadi tim pertama yang mempertahankan titel Piala Eropa plus merebut tiga gelar turnamen besar secara beruntun. Sebelumnya belum ada negara yang mampu melakukannya.




Pada akhirnya sekumpulan 'Matador' yang dipimpin Iker Casillas mampu menggilas Italia dengan skor telak 4-0 dan sejarah baru itu pun berhasil ditorehkan mereka.

Prestasi gemilang Spanyol dalam empat tahun terakhir boleh dibilang sebagai jawaban atas sebutan tim spesialis kualifikasi yang sebelum ini kerap disematkan pada mereka.

Raihan ini tentunya tak lepas dari sekumpulan pemain hebat dalam diri Casillas, Sergio Ramos, Gerard Pique, Xabi Alonso, Sergio Busquets, Andres Iniesta, David Silva, Cesc Fabregas, Fernando Torres dll.

Para pemain yang sedang memasuki masa emasnya atau bahkan masih ada yang belum mencapai peak performance mereka. Dengan Piala Dunia 2014 tinggal berjarak dua tahun lalu, mereka yang disebut di atas plus para jugador muda lainnya masih punya kesempatan untuk membawa La Furia Roja berjaya lagi di Brasil.

Del Bosque sebagai pelatih pun adalah orang yang paling diuntungkan dengan hal ini dan menyebut sukses yang diraih timnya dalam tiga musim terakhir menunjukkan jika sepakbola Spanyol sedang memasuki masa emasnya.

"Kita berbicara soal generasi hebat para pesepakbola," tutur Del Bosque seperti dilansir AFP.

"Mereka punya akar dan mereka tahu bagaimana harus bermain bersama karena mereka berasal dari negara di mana mereka belajar bermain dengan baik," sambungnya.

"Mereka sudah melakukan tugas yang hebat. Kami punya beberapa pemain hebat yang bermain di luar, di mana dulu itu adalah hal mustahil. Kami tidak benar-benar punya pemain yang bisa bermaindi luar dan kini klub-klub luar menginginkan para pemain kami. Jadi ini adalah era hebat untuk sepakbola Spanyol," pungkasnya.

detikSport







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Catatan-Catatan dari Final Piala Eropa 2012


Sejumlah rekor terpecahkan usai final Piala Eropa 2012, antara lain atas nama Spanyol, Vicente del Bosque, Iker Casillas, dan Fernando Torres. Apa saja?

Berikut ini sejumlah catatan istimewa setelah Spanyol mengalahkan Italia 4-0 di partai final di Kiev, Ukraina, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, seperti dikutip dari Reuters:

- Spanyol adalah tim pertama yang berturut-turut menjuarai Piala Eropa, dan di antaranya juga memenangi Piala Dunia. Ini adalah titel ketiga mereka di kancah Eropa, menyamai rekor Jerman.





- Empat gol (4-0) adalah skor dan selisih terbesar dalam sejarah pertandingan final Piala Eropa.

- Vicente del Bosque menjadi pelatih kedua yang pernah menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia. Figur pertama adalah Helmut Schoen yang membawa Jerman memenangi Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.

- Ini adalah kali pertama Spanyol mengalahkan Italia di pertandingan normal dari delapan pertemuan mereka di turnamen besar. (Di perempatfinal Piala Eropa 2008 Spanyol menang atas Italia lewat adu penalti)

- Fernando Torres menjadi pemain pertama yang mencetak gol di dua final Piala Eropa. Di EURO 2008 dia mengukir gol tunggal kemenangan Spanyol atas Jerman.

- Spanyol kini tak terkalahkan dalam 12 pertandingannya di Piala Eropa dan tidak kebobolan dalam lima partai terakhirnya. Dua hal tersebut adalah rekor di turnamen benua biru ini. Mereka juga berhasil clean sheet dalam 10 laga terakhirnya di babak knockout Piala Eropa dan Piala Dunia.

- Kekalahan terakhir Spanyol di Piala Eropa adalah saat ditekuk Swedia 0-2 di babak kualifikasi EURO 2006 -- setelah tak terkalahkan dalam 29 laga.

- Kali terakhir Spanyol kalah setelah unggul 1-0 adalah di bulan September 2006, saat ditaklukkan Irlandia Utara 2-3.

- Ini adalah kali ketiga sebuah tim mencetak dua gol di babak pertama final Piala Eropa. Italia mengalahkan Yugoslavia 2-0 di final (ulangan) 1968, dan Cekoslowakia menundukkan Jerman Barat lewat adu penalti di tahun 1976, setelah unggul 2-1 sampai babak pertama selesai.

- Iker Casillas adalah pemain kedua setelah Franz Beckenbauer (1972-1976) yang menjadi kapten dalam kemenangan tim mereka di final Piala Eropa/Dunia.

- Casillas juga menjadi pemain pertama yang mencapai 100 kemenangan di level internasional, serta memiliki rekor 79 kali clean sheet dalam 136 penampilan.

- Gelandang Spanyol David Silva mencetak dua gol dan tiga assist di Piala Eropa 2012 – terbanyak dibanding pemain-pemain lain.

- Gianluigi Buffon melewati rekor Dino Zoff untuk penampilan terbanyak di putaran final Piala Eropa/Piala Dunia. Ia sudah terlibat di 25 pertandingan, hanya kalah dari Paolo Maldini (36) dan Fabio Cannavaro (26).

detikSport







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Kekalahan Italia Jadi Pelajaran untuk Balotelli


Mario Balotelli terlihat emosional setelah Italia kalah telak dari Spanyol di final Piala Eropa. Hasil laga itu disebut Cesare Prandelli bakal jadi pelajaran berharga buat Super Mario dan menjadikannya lebih baik di masa depan.

Di Keiv Olympic Stadium, Senin (2/7/2012) dinihari WIB, gawang Italia masing-masing bobol dua kali di tiap babak. David Silva dan Jordi Alba mencetak gol di babak pertama, sementara Fernando Torres dan Juan Mata juga mencatatkan nama di papan skor pada babak kedua, yang menggenapi kemenangan La Furia Roja jadi 4-0.

Sesaat setelah wasit meniup tanda laga usai, Balotelli tampak kecewa berat atas hasil itu. Pemain Manchester City itu tertangkap kamera televisi langsung menuju ruang ganti pemain, sebelum dihentikan oleh seorang ofisial Italia dan akhirnya ikut dalam penyerahan medali.




Dengan usia yang baru 21 tahun, mental Balotelli bisa jadi masih labil yang membuatnya sangat terguncang dengan kekalahan telak yang baru saja diterima. Apalagi baru beberapa hari sebelumnya dia dapat sanjungan tinggi dari publik menyusul dua gol ke gawang Jerman.

"Saya berkata kepada Mario (Balotelli) bahwa ini adalah pengalaman yang harus dihadapi dan harus diterima. Anda harus menjaga tangan tetap terangkat ke atas mengatakan kalau lawan lebih baik serta menerima kekalahan," sahut Prandelli seperti dikutip dari Sky Sports.

Dilanjutkan Prandelli, hasil di final Piala Eropa harusnya bisa dimanfaatkan oleh Balotelli dan skuad Italia lainnya untuk meraih hasil lebih baik lagi di masa mendatang.

"Namun, Anda juga harus memastikan pengalaman ini membantu anda melangkah ke depan dan Anda bisa berkembang dari pengalaman ini. Ini terjadi pada banyak pemain, dan akan terjadi lagi, namun inilah olahraga," tukas pelatih 54 tahun itu.

detikSport







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Gerard Pique & Cesc Fabregas Kagum Penalti Andrea Pirlo


Andrea Pirlo menjadi bintang dalam meloloskan Italia merebut satu tiket tersisa ke semi-final Euro 2012. Tampil mendominasi sepanjang pertandingan, permainan bertahan Inggris memaksa kedua tim menguras tenaga lebih banyak dengan memainkan drama adu penalti.

Italia sempat di ujung tanduk setelah sepakan Riccardo Montolivo melenceng ke sisi gawang Joe Hart, tapi setelah itu justru berbalik The Three Lions yang tertekan. Ya, sepakan sensasional Pirlo dari titik 12 pas bukan saja menyamakan kedudukan 2-2, tapi sekaligus memberikan dampak piskologis terhadap para pemain Inggris, terutama Hart yang secara langsung diperdayai bola chip gelandang Juventus ini.




Sesaat setelah eksekusi Pirlo, situs jejaring sosial menjadi tempat para bintang sepakbola dunia untuk mengeluarkan pujian kepada gelandang veteran tersebut.

"Sebuah tendangan berkelas dari Pirlo," ujar Fabregas dalam akun @cesc4official.

Tak mau ketinggalan, rekan Fabregas di timnas Spanyol dan Barcelona, Gerard Pique, ikut berkicau.

"Pirlo…. pemain berkelas!!" @3gerardpique.

"Andrea Pirlo tidak hanya melakukan passing dan membelai bola, dia membuat melambat, sensual, sangat emosional melakukannya. Pemain hebat." @Joey7Barton.

"Andrea Pirlo-RESPECT!" @EdDzeko.

goal







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Tiga tim; Prancis, Inggris, dan Ukraina Berebut Dua Tiket Sisa


Sudah enam tim sampai ke perempatfinal Piala Eropa 2012, menyisakan dua tempat sisa di babak itu. Tiga tim; Prancis, Inggris, dan Ukraina, kini akan memperebutkan tempat tersebut.

Spanyol dan Italia menjadi dua tim terakhir yang memastikan tempat di babak delapan besar. Spanyol menjuarai Grup C, sedangkan Italia menjadi runner-up.

Siapa yang akan menjadi lawan-lawan mereka di babak perempatfinal baru akan ketahuan setelah tim-tim di Grup D menuntaskan pertandingannya, Rabu (20/6/2012) dinihari WIB.




Spanyol sebagai juara Grup C akan berhadapan dengan runner-up Grup D, sedangkan Italia sebagai runner-up Grup C akan ditantang juara dari Grup D.

Sejauh ini Prancis duduk di pucuk klasemen Grup D, satu posisi lebih baik dari Inggris kendati kedua tim memiliki poin setara, 4 poin. Ukraina ada di posisi tiga dengan 3 poin, sedangkan Swedia yang masih nihil angka sudah dipastikan tersingkir.

Berikut syarat lolos/tidak lolos dari Grup D seperti dikutip situs resmi UEFA.

Inggris (4 poin) vs Ukraina (3 poin) di Donbass Arena, Donetsk
Swedia (0 poin) vs Prancis (4 poin) di Olympic Stadium, Kiev

- Inggris akan lolos dengan hasil imbang. Jika kalah, mereka harus berharap Prancis kalah dengan skor yang cukup sehingga Inggris setidaknya berimbang dengan Les Bleus dalam urusan selisih gol dan jumlah gol yang dicetak (karena Inggris memiliki koefisien yang lebih baik, 33.563 berbanding 30.508 milik Prancis).

- Ukraina akan lolos jika bisa meraih kemenangan dan tersingkir kalau meraih hasil lain.

- Prancis akan lolos dengan hasil imbang. Jika kalah, mereka hanya akan tersingkir jika Inggris kalah tetapi di saat yang sama juga setara dalam urusan selisih gol atau jumlah gol yang dicetak.

- Swedia sudah tersingkir.

detiknews







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Italia Diyakini Bisa Sampai Final


Italia harus bersusah payah sebelum akhirnya lolos ke perempatfinal Piala Eropa 2012. Meski perjalanan mereka tak terlalu mulus, Gli Azzurri diyakini bisa melaju sampai partai puncak.

Italia cuma meraih dua angka di dua laga awal turnamen. Baru di laga ketiga, tim asuhan Cesare Prandelli ini menang 2-0 atas Republik Irlandia. Hasil itu plus kemenangan Spanyol atas Kroasia akhirnya meloloskan mereka ke babak perempatfinal sebagai runner-up Grup C.

Asisten manajer Irlandia yang berkebangsaan Italia, Marco Tardelli, ikut senang atas kelolosan negaranya meski di sisi lain dia juga kecewa karena timnya kalah.




"Saya adalah orang Italia dan oleh karena itu saya senang Italia lolos," seru Tardelli kepada Rai Sport.

"Ini juga mengecewakan karena kami bermain bagus dan kebobolan dua gol dari bola mati. Ini harusnya tidak terjadi, namun itu sudah terlalu sering di turnamen ini," lanjutnya.

"Saya yakin Irlandia sudah mengatasi tekanan psikologis hari ini karena kami bermain dengan hebat," tambah Tardelli.

Lebih lanjut lagi, Tardelli yakin Italia bisa menunjukkan permainan yang lebih menggigit untuk selanjutnya melaju sampai final.

"Italia punya segala yang dibutuhkan untuk mencapai final karena mereka punya pemain-pemain yang berkualitas, berbakat, dan berani, plus pelatih yang sangat bagus," ujarnya.

detiknews







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Inilah Jadwal Perempat Final Piala Eropa 2012


Pertemuan antara Republik Ceko melawan Portugal di Warsawa, Kamis (21/6/2012) akan menjadi laga pembuka perempat final Piala Eropa 2012.

Inilah jadwal lengkap pertandingan perempat final turnamen sepak bola Piala Eropa 2012 seperti yang disiarkan AFP, setelah pertandingan Selasa dini hari WIB.




Pertandingan I, 21 Juni di Warsawa: Rep Ceko vs Portugal

Pertandingan II, 22 Juni di Gdansk, Polandia: Jerman vs Yunani

Pertandingan III, 23 Juni di Donetsk, Ukraina: Spanyol vs urutan 2 Grup D

Pertandingan IV, 24 Juni di Kiev: Juara Grup D vs Italia



Semi final

27 Juni di Donetsk/Ukraina: Juara Pertandingan 1 vs Juara Pertandingan 3

28 Juni di Warsawa: Juara Pertandingan 2 vs Juara Pertandingan 4


Final

1 Juli di Kiev.

Bisnis Indonesia







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Ronaldo Dedikasikan Penghargaan kepada Cristiano


Gelandang Portugal, Cristiano Ronaldo, mendapatkan penghargaan Man of the Match atas performanya pada matchday ketiga Grup B melawan Belanda, Minggu (17/6/2012). Ia mendedikasikan penghargaan itu kepada putranya, Cristiano Ronaldo Junior, yang lahir pada 17 Juni 2010.

"Kami berhasil dan aku ingin mendedikasikan penghargaan Man of the Match kepada putraku. Terima kasih atas dukungan Anda semua," ujar Ronaldo melalui akun Facebook-nya.




Melawan Belanda, Portugal tertinggal lebih dulu akibat gol Rafael van der Vaart pada menit ke-11. Portugal bisa membalik keadaan berkat gol Ronaldo pada menit ke-28 dan ke-74.

Dengan kemenangan itu, Portugal melaju ke perempat final sebagai runner-up Grup B dengan nilai enam, atau kalah tiga angka dari Jerman. Di delapan besar, Portugal akan menghadapi Ceko, 21 Juni mendatang.

KOMPAS







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

Grup Neraka Berakhir, Belanda Memalukan


Hancur-lebur. Itulah kata-kata yang tepat menggambarkan kisah Belanda di Piala Eropa 2012. Datang sebagai unggulan utama ke Ukraina-Polandia, The Flying Dutchmen malah 'tewas' di babak penyisihan grup.

Sejak awal Belanda memang diprediksi akan kesulitan di Grup B. Sebab, Wesley Sneijder dan kawan-kawan harus bersaing Jerman, Portugal, dan Denmark. Namun, siapa sangka jika Belanda harus tersingkir dengan menampati dasar klasemen tanpa satu poin pun!

Di atas kertas, Belanda sebenarnya lebih kuat dibanding Denmark dan Portugal. Akan tetapi, kedua tim itu mampu membalikkan prediksi dan menjadi batu sandungan bagi Tim Oranye. Denmark di luar dugaan sukses menekuk Belanda 1-0 di laga perdana. Ketika itu, gol semata wayang Tim Dinamit dicetak Michael Krohn-Dehli.





Selang empat hari kemudian, Belanda rontok lagi. Kali ini adalah Der Panzer yang membuat Robin van Persie dan kawan-kawan bertekuk lutut. Belanda menyerah 1-2 di tangan die Mannschaft lewat dua gol Mario Gomez.

Dan pada partai terakhir, Minggu 17 Juni 2012, Portugal melengkapi penderitaan Belanda. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan membungkam Belanda dengan skor 2-1. Tamatlah kisah Belanda di Ukraina-Polandia.

Miskin kreativitas & pertahanan rapuh

Kelemahan Belanda sudah mulai tampak sejak melawan Denmark. Tak ada pola serangan yang jelas dari Mark van Bommel dan kawan-kawan. Kerjasama Arjen Robben, Sneijder dan Ibrahim Affelay dari lini kedua juga kurang optimal.

Lebih parahnya lagi, Van Persie yang jadi ujung tombang terlalu sering membuang peluang. Klaas-Jan Huntelaar yang diharapkan jadi senjata andalan di akhir pertandingan juga tak banyak membantu.

Tak hanya lini depan, lini belakang Belanda juga memprihatinkan. Kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan jelas menandakan ada yang salah dengan pertahanan mereka. Saat melawan Portugal terlihat sekali bagaimana keroposnya pertahanan The Flying Dutchmen.

"Kami tidak cukup bagus di turnamen ini. Kinerja kami sangat buruk. Itu sebabnya kami tidak pantas lolos," kata gelandang Belanda, Rafael Van der Vaart, kepada NOS.

Jika kekecewaan dialami Belanda, Portugal dan Jerman justru sedang berbunga-bunga. Keduanya sukses melangkah ke babak perempat final.

”Kami menunjukkan betapa bersatunya kami sebagai sebuah tim. Tidak mudah untuk bangkit setelah memulai turnamen dengan kekalahan. Kuncinya adalah pertahanan dan kerendahan hati kami,” kata gelandang Portugal, Miguel Veloso.

"Ada proses kedewasaan yang terjadi dalam turnamen ini. Kami tidak begitu baik dengan organisasi secara keseluruhan. Tapi, tim ini telah melalui proses pembangunan yang baik," kata pelatih Jerman, Joachim Loew, seperti dilansir BBC.

Kejutan di Grup A

Di Grup A kejutan juga terjadi. Usai laga perdana, banyak yang memprediksi bahwa Rusia dan Polandia akan dengan mudah melenggang ke babak delapan besar. Rusia ketika itu tampil perkasa dengan melumat Republik Ceko 4-1 dan Polandia tampil agresif, meski tertahan Yunani 1-1.

Di laga kedua, Rusia dan Polandia juga masih diunggulkan meski keduanya mendapat hasil seri. Tapi, justru di laga terakhir yang merupakan laga penentuan, keduanya malah kalah. Ironisnya, kekalahan pertama mereka ini langsung membuat keduanya tersingkir.

Dengan skor 0-1, Rusia dan Polandia tumbang di tangan Yunani dan Ceko. Tak heran kekecewaan besar pun dialami ke kedua negara itu.

"Kami terlihat terlalu percaya diri untuk menang di sini, mungkin seperti itu. Ceko tampil bagus dan memainkan pertandingan yang lebih baik," ucap pelatih Polandia, Franciszek Smuda, seperti dilansir Mirror Football.

Hal senada juga dikatakan pelatih Rusia, Dick Advocaat. "Kami menghomati Yunani. Tapi, mereka sangat sulit untuk dikalahkan," ujar Advocaat.

Menarik ditunggu bagaimana pertempuran di perempat final antara Ceko menghadapi Portugal dan Jerman melawan Yunani. Penasaran? Kita tunggu saja. (ren)

VIVAnews







BERITA LAINNYA:




Masukkan Email Anda Disini untuk dapatkan BERITA terbaru :

Delivered by FeedBurner



Selengkapnya...

41772-07
 
tv1one tv1one-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template