
Anggota Komisi III DPR dari FPKS Aboe bakar menyayangkan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat
Anas Urbaningrum di Polres Blitar, karena hal itu justru menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat.
"Pihak Mabes Polri sudah menjelaskan bahwa pemeriksaan Anas di Blitar sah-sah saja. Namun hal ini menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi masyarakat. Kenapa pemeriksaan harus dilakukan disana ? Bukankah selama ini aktifitas dia di Jakarta ? Laporan pun dibuat di Jakarta ?," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Aboe mengingatkan bahwa masyarakat masih sensitif dengan berbagai informasi yang berkaitan dengan Anas Urbaningrum, dan seharusnya Polri menyadari hal ini.
"Nama beliau kan disebut-sebut Nazarrudin, jadi segala sesuatu berkaitan dengannya pasti menjadi perhatian publik. Saya tidak mau berspekulasi lebih jauh, cuma sayang saja kalau hal ini menimbulkan tanda tanya atas independensi Polri," ujar legislator dari PKS tersebut.
Lebih lanjut Aboe membandingkan pemeriksaan anas dengan penanganan laporan Mahfud MD tentang surat Palsu MK.
"Masyarakat masih ingat bagimana laporan Ketua MK tentang surat palsu MK ditelantarkan, beliau harus bolak-balik ke Mabes Polri untuk membuat laporan yang sesuai standar Polri. Nah sekarang Mabes mengirim AKBP Beny Ganda beserta empat orang tim untuk memeriksa Anas di Blitar hanya untuk perkara pencemaran nama baik," ungkap anggota Panja Mafia Hukum tersebut.
Dia pun menyatakan belum paham dengan pertanggungjawaban anggaran atas pemeriksaan tersebut.
"Saya bingung, gimana nanti kalau Kapolri(Jenderal Timur Pradopo, red) ditanya siapa sih Anas Urbaningrum ?, kenapa laporan pencemaran nama
baiknya sedemikian penting ?, sehingga Mabes Polri mengeluarkan anggaran khusus untuk mengirim tim ke Blitar?. Saya pun belum menemukan jawabannya," paparnya.
Ketika ditanya, bagaimana jika anggaran tersebut disediakan oleh pihak Anas sebagai pihak yang telah meminta pemeriksaan di Blitar, dia mengatakan bahwa apabila demikian sama artinya dengan tidak ada kesetaraan di mata hukum.
"Bahasa pasarannya hukum kita dapat "dibeli". Gimana nanti kalau Nazarrudin minta diperiksa di Argentina dan dia sediakan semua akomodasi penyidik ?," ujar Aboe.
Aboe berharap ada perbaikan atas profesionalisme dan independensi Polri, sehingga tidak ada ada kesan menjadi alat politik.
"Saya berharap para penegak hukum terus berbenah, mereka harus tetap menjadi agen keadilan.Jangan sampai terjadi pergeseran "pro justicia" menjadi "pro politica"," demikian Aboe.
• (ANTARA)
Putri Ariyanti Haryo Wibowo, Cicit mantan Presiden Soeharto Diancam Hukuman 15 TahunInilah Alasan Megan Fox Dipecat dari Transformers 3TKI Ruyati binti Satubi Saruna Dipancung, Ini Jawaban Marty NatalegawaNasib Ruyati Tak Menentu Sejak Maret 2011Kronologi TKI Ruyati binti Satubi Saruna Dihukum Pancung di Arab Saudi
Tur Asia, Chelsea Tak Mampir di IndonesiaDKI Diminta Tegas Atur Usia Kendaraan UmumNasib JAT Setelah Ba'asyir Divonis BersalahOC Kaligis Jadi Pengacara NazaruddinTiga Kali Nazaruddin Abaikan Panggilan KPKNazaruddin Tuding Angie Main Dana KemenporaPolri Tangkap 14 Tersangka Diduga TerorisAncaman Bom Beredar, Ini Tanggapan Kapolri Jenderal Pol Timur PradopoTeroris di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Terlibat Pemboman CirebonWakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso Prihatinkan Indonesia Peringkat 47 Negara TerkorupKomite Normalisasi Mulai Dibanjiri TekananSebagai Komisi Hukum DPR, Adang Dorojatun Diminta KooperatifIstana Beli Pesawat Kepresidenan Seharga Rp 500 miliarKetua Mahkamah Agung Harifin Tumpa Pernah Dekat dengan Hakim SyarifuddinBekas Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin Mangkir, Demokrat Lepas TanganMuhammad Nazaruddin Mainkan Banyak ProyekMeski Nunun Raib, KPK Enggan Pidanakan Adang DaradjatunDewi Persik Operasi Selaput DaraMalinda Curi Duit dari 123 Nasabah Prioritas CitibankMarzuki Alie Hargai Keputusan Idrus Marham Mundur dari DPRBiaya Pengobatan Malinda Ditanggung JamkesmasFacebook Perluas Fitur Pengenalan WajahAlasan Idrus Mundur dari DPR: Ingin Golkar JuaraRyan Giggs Juga Punya Selingkuhan KetigaRyan Giggs Dituding Gila SeksGerhana Bulan 16 Juni 2011 Lebih SpektakulerKelompok 78 Kukuh Calonkan George-ArifinNazaruddin Ancam Lawan-lawannya Lewat Nazaruddin78.blogspot.comProses Pencalonan Ketua Umum PSSI Tak Akan DiulangAndi Mallarangeng Mengaku Tidak Tahu Adanya Dana TalanganGaji Rp 200 Juta, Miranda Sebut Tak Cukup Suap DPRTerkait 'SMS Nazaruddin' Polisi Sedot Data Ponsel Indra PilliangKutipan Perbincangan Nazaruddin-BhatoeganaPolitik 'SMS Nazaruddin,' Ujian Baru DemokratFIFA Beri Peluang KN Gelar Kongres Lagi 30 Juni 2011Nazaruddin ke Singapura: Berobat Atau Kabur?Koleksi Gol Messi Samai Rekor Legenda MU, Ruud van NistelrooyBarcelona Juara Liga Champions 2010-11Lima Bintang yang Pernah Main di MU dan BarcelonaJuara Liga Champions Diperkirakan Raup Rp 1,55 TriliunBarcelona VS Manchester United, Final Terbesar dan TerhebohSoal Nazaruddin, Mahfud Tak Ambil PusingNazaruddin Dicopot dari Bendahara Umum Demokrat

Anggota DPR Sayangkan Pemeriksaan Anas di Blitar