Di tengah hiruk-pikuk tim SAR yang bersiap melanjutkan proses evakuasi korban kecelakaan Sukhoi Superjet 100, tampak tujuh warga Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dengan sukarela, mereka mendatangi Posko Utama Embrio Ternak Sapi, Bogor, dan menggelar ritual tolak bala, Sabtu 12 Mei 2012 sekitar jam 6 pagi. Ritual ini digelar dengan menabur bunga. Kemudian mereka naik ke atas Gunung Salak, lokasi kecelakaan pesawat ini.
Memet, salah seorang warga mengatakan, tolak bala yang dilakukan oleh warga sekitar ini untuk mempermudahkan tim SAR yang sedang melakukan evakuasi para korban jatuhnya pesawat Superjet 100 buatan Rusia tersebut.
Sudah beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi di Gunung Salak yang memiliki tiga puncak ini. Catatan VIVAnews, dalam lima tahun terakhir, sedikitnya 3 pesawat jatuh di lereng Gunung Salak.
Pada 26 Juni 2008 lalu, pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak. Sebanyak 18 penumpangnya tewas.
Pada Rabu 16 November 2011, pesawat Cessna C 172 milik PT Nusa Flying International School. Pesawat itu ditemukan dua pekan kemudian, tepatnya 29 November 2011. Tiga awak pesawat, M. Fikriansyah (19) dan Agung Febrian (30) ditemukan tewas dalam bangkai pesawat.
Hingga kini, SAR masih terus mengevakuasi korban dari lokasi kecelakaan. Untuk membantu proses evakuasi, 10 helikopter dikerahkan.
Sigit, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, mengatakan, helikopter yang dikerahkan untuk mengangkat para jenazah dari Gunung Salak dari posko utama. Sedangkan, helikoter dari Rusia belum ada konfirmasi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan, pihaknya mengharapkan masyarakat agar mendoakan para tim SAR agar mempermudahkan evakuasi korban dari Gunung Salak sampai di Helipad atau di tempat pendaratan.
VIVanews
BERITA LAINNYA:






